Minggu, 20 Juni 2010

Pilih Pulsar 180UG4 apa Yamaha FZ16 aka Byson ??


Terngiang-ngiang pertanyaan-pertanyaan itu ketika akan memilih salah satu dari dua motor tersebut. Dengan asumsi harga hampir sama (Byson taruhlah dibanderol 19juta) dan Pulsar 180UG4 dibanderol 18juta merupakan keputusan berat dalam menjatuhkan pilihan. Maklum dengan dana cekak yang hanya dibawah 25 juta otomatis kita dipaksa untuk berpikir keras supaya tidak menyesal dikemudian hari.

Kalau kita bicara performance,....jelas Pulsar180UG4 mengungguli Byson. Engine 180nya mampu memuntahkan tenaga 18ps coba bandingkan Yamaha Byson yang hanya 14,ps. Dan bukan perkara mudah untuk mengail tambahan tenaga 1ps kecuali kita rela mengoprek mesin standart. Untuk urusan torque atau tarikan Byson imbang ketika disandingkan dengan Pulsar 180UG4 yaitu berkisar di 14nm. Tapi jangan salah dengan bobot yang hanya 135kg Byson bisa jadi mampu mengimbangi tenagaPulsar180 yang mempunyai bobot 148kg. Itu tentang power. Akan berbeda ceritanya ketika kita membicarakan mengenai konsumsi bahan bakar. Diberbagai review dunia maya Yamaha FZ16 aka Byson didalam perkotaan ternyata sedikit boros yaitu 1:38....jauh ketika kita bandingkan Pulsar 180 yang mampu meraih 1:50. Lho koq beda bener sama Vixie yah...?? Vixie aja 1 liter bisa 55-60km. Yup.....dalam line up motor Yamaha, Vixion bisa dikategorikan paling irit. Hal ini tak diragukan karena tehnologi pengabutan sudah menggunakan fuel injeksi. Secara fakta produk Yamaha tipe karburator rata-rata memang agak boros. Tapi hal ini memang imbang dengan larinya yang kencang khususnya dalam accelerasi. Kembali ketopik......Pulsar 180 sasis sudah selangkah lebih maju dicompare dengan Byson. P180 sasis tipe double cradle dan Byson sasis tipe diamond. Dan begitupun juga vibrasi Bajaj unggul dalam minimnya getaran dibanding Byson. Hal ini berkat engine mounting yang diterapkan oleh Bajaj pada Pulsar sehingga kenyamanan berkendara bisa maksimal. Efek negatifnya karena engine mounting ada umurnya, ketika aus nanti karet tersebut harus diganti baru supaya vibrasi tidak nongol pada waktunya kelak. Sementara Byson kelebihan dibanding Pulsar adalah suspensi Monoshock serta bentuk tanki gambot ala Ducati monster.

Secara kasat mata dari segi manapun Pulsar 180UG4 menang mutlak terhadap Byson. Kecuali dalam 3S dan bentuk fisiknya. Produk India sepertinya harus berjuang keras untuk menyamakan kekuatan sparepart dan servis dealernya dibanding Yamaha. Jelas...tak diragukan! Jepang sudah hampir 40 tahun melenggang ditanah air tercinta ini. Coba bandingkan Bajaj yang masih seumur jagung. Poin inilah yang bikin orang ragu untuk membeli motor Pulsar. So semua memang terserah kita. Jika saya boleh minta pendapat kepada brother semua....menurut sampeyan milih mana antara Pulsar 180UG4 dibanding Byson. Monggo dishare....(iw/21/06/2010)


11 komentar:

sirjack mengatakan...

ribet juga kasih komentnya,,,,,,,,,,

sembalap mengatakan...

mas iwan ... kl dr indomotoblog, dr pada bolak balik dr wordpress ke blogspot mending minta mas taufik aja buat mengupdate alamatnya aja

bowgank mengatakan...

Salam kenal Masbro... memang sangat menarik kalau kita membandingkan P180 UG4 dengan Byson. Sayang sampai saat ini belum ada kepastian kapan Byson di-launching oleh YMKI.

kecret mengatakan...

hmmmm.... P180 vs Byson vs Apache160DD ..... pilih apa ya?.... ahhhh mending Minerva 250 RV ajah dech......

iwanbanaran mengatakan...

@ Sirjack
Maaf bro..jadi nggak enak hiks hiks
@ Sembalap
Siap bro,...lagi email ke bro taufik nih buat direvisi
@ Bowgank
Salam kenal juga bro. Betul bro...nunggunya sampe bisulen saking lamanya hehehe...
@ Kecret
Duite ra teko mas xixixi...

Kodok Ijo mengatakan...

Pasti PIBO dong, soalnya Byson blm ada di dealer, hehehehe... jadi apanya yg mau dibandingin?

iwanbanaran mengatakan...

@ bro kodok
betul bro..cm berandai andai doang jadinya

Kodok Ijo mengatakan...

Bro Iwan, secara pribadi tanpa ngikutin perasaan yg kesel ama kedua merk ini, aye bakal pilih Byson, krn jujur aje dulu aye mati2an nungguin nih motor brojol, tp nyatanya sampe skrg msh kabur.
PIBO terlalu tinggi & berat, utk jakarta yg sering macet parah kyknya gak cocok, kecuali ridernya tinggi gede mungkin gak mslh, tp dgn postur tubuh pas2an kyk aye ini, wah... repot urusannya, susah utk bermanuvernya. Kalo utk jarak jauh & gak bermacet2-ria sih ok2 aja lah. Oya, ada satu hal yg hrs diberi perhatian: rem belakang Pulsar cuman variasi doang, krn gak sanggup berhentiin laju motor, coba deh kalo gak percaya.
Byson... ya, walaupun aye dah sakit ati ama Yamaha, tp aye akui kalo Byson lbh layak utk dipilih ketimbang PIBO. Secara model lbh fresh & modern, bener2 'real street-fighter', dan memang didisain utk dipake di jalanan perkotaan. Apalagi kita tau bahwa biar gimana pun Yamaha lbh superior ketimbang Bajaj di mari.

Mukhtarom Ali mengatakan...

pilih Supra X 125R wakakakk.. gara2 kelamaan nunggu Byson nggak nongol2. akhirnya saya beli tuh Supra. Modelnya keren sih, tapi klo Byson beneran keluar, saya prefer ke Byson daripada ama P180.
skr tinggal panjenengan sabar menanti Byson ndak?

tangerang mengatakan...

Pilih Pulsar 180 dong, soalnya itu dah terlanjur beli :D heheh ga deng, soalnya pulsar 180 kalo di modif asli keren, perfomance tenaga nya lurus tanjakan mantab, kuat, bajaj roda3 aja masih ada sampe sekarang. :D

Anonim mengatakan...

mantaap artikel lama